Selain konflik dan perang, hot zone lain bagi jurnalis adalah liputan isu politik. Banyak wartawan yang menyukai liputan bertemakan ini.
Isu konflik/perang dan politik inilah, yang kemudian menjadi bumerang bagi jurnalis itu sendiri. Committee to Protect Journalist, sebuah lembaga berkantor di New York, Amerika Serikat, mencatat, pada 2012, 50 persen kematian jurnalis diakibatkan meliput perang dan 53 persen mati karena liputan isu politik.
Kasus teranyar kematian jurnalis dalam liputan perang menimpa Mika Yamamoto, jurnalis Jepang. Ia tewas dibunuh oleh milisi Al-Asad di Suriah dalam sebuah liputan, pada 20 Agustus 2012.
Berikut adalah kultwit saya tentang petaka yang menimpa jurnalis di seluruh dunia, berdasarkan data dari Committee to Protect Journalist. Kultwitt ini saya lakukan melalui akun @efmg dengan tagar (hastag) #jurnalis #cpj dan #TahukahAnda.
Selamat menikmati. .. (feel free to follow me at @efmg)
1.
2.
3. Kasus teranyar kematian
4. Pada 24 Mei 2012,
5.
6.
7. Sepanjang 2012, 1
8. Hari ini, saya akan kembali mentwit ttg kasus kematian
9.
10.
11.
12.
13. 41%
14. Pd 2011, 86
15.
16. Lagi2,
17. Pd 2011, Pakistan menjadi negara paling berbahaya bagi
18. Mnrt CPJ, tiada
19. 34%
20. Pd 2011, pembunuhan terhadap
21. Sbnyk 179
22. "Tidak ada berita yang lebih berharga ketimbang nyawa". Closing
23. Thanks. Semoga kt terhindar dari bahaya kala bertugas sbg
24. Resources, tips for journalists covering conventionshttp://cpj.org/security/2012/08/resources-tips-for-journalists-covering-political.php …
25. Jurnalis Jepang Tewas Dibunuh Milisi Pro-Assad http://bit.ly/NrLQow

Senin, Agustus 27, 2012
eFMG

